4 Perlakuan Diskrimitatif kepada Timnas Indonesia saat Hadapi Vietnam

Written by admin. Posted in Indonesia

Timnas indonesia melenggang ke babak semifinal Piala AFF 2016 usai mematahkan perlawanan Timnas Vietnam yang tampil spartan dalam dua laga semifinal agregat 4-3.

Skuat Garuda berhasil melakukan pengambilan keberhasilan menang dan menjejakkan satu kakinya di partai final usai bikin kalah Vietnam 2-1 pada perjumpaan pertama di Stadion Pakansari pada 3 Desember lalu.

Langkah Tim Merah Putih ke partai final lantas dibenarkan pada perjumpaan ke-2 di Stadion My Dinh, Hanoi, markas Timnas Vietnam mendulang hasil sama 2-2.

Perjuangan Boaz Solossa dan kawan-kawan menuju partai final terkatakan tidaklah terlalu mulus. Skuat Merah Putih harus lakukan tembusan fase kelompok A Selayak runner up melewati persaingan yang cukup rumit.

indonesia harus berterus terangi keperkasaan Thailand dan menyerah 2-4 pada kompetisi pertama fase penyisihan kelompok dan Ditangkap imbang 2-2 oleh tuan Tempat Tinggal Filipina di laga selanjutnyanya.

bernasib baik Skuat Garuda berhasil membuat aman jatah tiket semifinal usai melakukan pengambilan keberhasilan menang 2-1 pada kompetisi paling akhir menjumpai Singapura lewat gol Andik Vermansah dan Stefano Lilipaly.

Di partai semifinal, indonesia bertemu lawan kuat Vietnam yang ialah juara kelompok B yang tampil perkasa menyapu bersih seluruh laga fase penyisihan kelompok keberhasilan menang.

Di Samping harus menjumpai tim yang mempunyai kemampuan permainan yang kuat, Skuat Garuda juga harus menjumpai beragam perlakuan diskriminatif di laga semifinal, spesialnya dalam perjumpaan ke-2 di Stadion My Dinh, Hanoi.

Walau seperti itu, Timnas indonesia semangat juang yang tinggi tetap mampu melewati rintangan tersebut kepala tegak dan merebut satu jatah tiket final.

sekurang-kurangnya, ada empat perlakuan diskriminatif yang dihadapi oleh Timnas indonesia di laga semifinal menjumpai Vietnam Selayakmana terangkum dalam ulasan selanjutnya:

1. cekak-nya Jatah Tiket untuk Suporter indonesia

Antusiasme penduduk indonesia untuk menonton dan memberi dukungan langsung Skuat Garuda di ajang Piala AFF 2016 amatlah tinggi.

Para pecinta sepakbola di Tanah Air rela lakukan tepuhan jarak beberapa ratus kilometers Untuk dapat menyaksikan dan memberi langsung tim kesayangan mereka, di manapun mereka berkompetisi.

Belum lagi para pekerja indonesia yang tinggal di luar negeri, terhitung di Vietnam. akan tetapi upaya mereka untuk memberi dukungan harus dibenturkan kebijakan panitia pelaksana kompetisi.

pada kompetisi semifinal leg ke-2 di Vietnam Rabu (07/12/16) tempo hari, panitia pelaksana kompetisi cuma Rupanya kuota 150 tiket.

Kebijakan ini lantas mendapat protes dari Kedutaan Besar Republik indonesia di Vietnam, disebabkan pembagian kuota tersebut dinilai tidak adil.

Masalahnya, pada perjumpaan pertama di Stadion Pakansari yang cuma berkecakapan 30.000 penonton para supporter Vietnam diberi jatah 500 tiket. tatkala di Stadion My Dinh yang kecakapannya tambah banyak (40.000 penonton), indonesia selaku tim tamu cuma diberi jatah 150 tiket.

“Kami cuma mendapat jatah 150 tiket, jumlah itu tak tidak sedikit bagi kami Untuk dapat beri dukungan,” staf Kedubes Ri di Vietnam, Azhar Rizal layaknya diambil dari Bongdanet.vn.

2. intimidasi kepada Pemain Timnas di Lapangan

Perlakuan diskriminatif tidak cuma dirasakan oleh para supporter indonesia. Para pemain juga turut merasakan perlakuan jelek tersebut waktu mereka berkompetisi diatas lapangan.

Salah satunya dihadapi oleh gelandang serang milik Timnas indonesia, Zulham Zamrun yang masuk mengganti Stafano Lilipaly di babak ke-2.

Pemain kelahiran Ternate tersebut mendapat lemparan sandal jepit dari tribun lapangan oleh para supporter tuan Tempat Tinggal Vietnam Selayak bentuk intimidasi pada Timnas indonesia.

Zulham sempat tunjukkan sandal yang dilempar ke arahnya pada wasit yang memimpin jalannya kompetisi. akan tetapi sang wasit meresponnya santai tanpa memberi peringatan untuk aksi tidak sportif tersebut.

3. Diskriminasi Wasit Batalkan Penalti untuk indonesia

Perlakuan tidak adil pada para pemain Timnas indonesia juga ditunjukkan oleh wasit Fu Ming yang memimpin jalannya laga. Beberapa kali ketetapan yang dibuat supaya keluar wasit dinilai amat membuat rugi bagi Timnas indonesia.

Salah satu ketetapan yang paling mencolok ialah waktu wasit membatalkan ketetapannya untuk hadiah penalti yang telah ia berikan pada Skuat Garuda usai kiper dadakan Vietnam, Que Ngoc Hai melakukan blokadei pergerakan Rizky Pora di di ruang penalti Vietnam.

Que Ngoc kasat mata jelas terlihat memeluk tubuh Rizky Pora untuk membuat jadi tidak berjalan atau diam pergerakan sang pemain pada menit ke-103. Wasit Fu Ming yang melihat kejadian tersebut lantas berlari menunjuk titik putih.

akan tetapi sesudah pemain Vietnam melakukan protes, Fu Ming lantas membatalkan penalti tersebut usai melakukan diskusi hakim garis.

ketetapan kontroversial tersebut sontak menuai protes dari para supporter Timnas indonesia, dan memohon pada PSSi untuk melakukan laporan ketetapan tersebut pada AFF atau FiFA.

4. Bus Timnas indonesia Dilempari Batu oleh Suporter Vietnam

Perlakuan tidak menyenangkan dari suporter Timnas bukan sekedar dihadapi oleh para pemain Timnas di dalam lapangan.

Para supporter Timnas Vietnam yang kecewa tim kebanggaannya kalah kembali melakukan aksi intimidasi pada para pemain Timnas.

Mereka melantingkan bus delegasi pemain Timnas indonesia batu hingga bikin kaca bus pecah dan menyebabkan pengasuh kiper, Gatot Prasetyo dan dokter Timnas, Syarif alami luka ringan.

Akibatnya, delegasi Timnas indonesia mengambil ketetapan untuk kembali ke stadion dan bertukar bus, serta memohon kawalan untuk kembali ke hotel tempat mereka bermalam.

Uji Keberuntungan 4 Perlakuan Diskrimitatif kepada Timnas Indonesia saat Hadapi Vietnam, Daftar Sekarang

Trackback from your site.

18+ Agen Judi FS88BET
X